Kamis, 25 Desember 2014

Rasa

Kupikir, aku tidak akan pernah menyempatkan diriku untuk datang ke sini lagi. Aku sudah memutuskan untuk menutup hatiku, menutup rasaku, tanpa perlu mengumbarkan dalam sisi maya ini. Tapi, pertama kalinya dalam sejarah hidupku, aku merasakan aku--mungkin aku memiliki perasaan lebih--sebutlah jatuh cinta, namun alam sadarku mengatakan ini adalah rasa yang salah. Aku sudah terlalu lelah, mencintai dalam diam dan berujung pada patah hati sendirian. Aku bosan hidup yang mengenaskan seperti ini, aku marah pada diriku sendiri. Aku marah pada hatiku sendiri, yang tak pernah menurutiku sebaai tuannya.

Jumat, 26 September 2014

Aku Muda

Aku masih muda, masih punya banyak impian yang ingin ku capai. Tinggal di pedalaman, mengenal suku lain selain yang selama ini ku jumpai. Mempunyai kehidupan lain, selain yang ku jalani selama ini. Bersama orang-orang baru, dengan kebudayaan baru, lingkungan baru.

Duniaku, Kamu

Aku pernah menciptakan sebuah dunia, yang hanya akan ada kamu di dalamnya. Kau datang, dan benar-benar hidup dalam duniaku, untuk beberapa waktu. Lalu kemudian kau menghilang. Haruskah kupertahanku dunia yang  tak berpenghuni seperti ini? Pada kenyataannya, kau membuatku tidak mempunyai banyak pilihan kecuali mulai menghancurkan duniaku ini, dunia dimana kau pernah hidup di dalamnya. Selamat tinggal, cinta.

Senin, 08 September 2014

I'm Fine, Thank You

Aku terus berdoa, berharap aku baik-baik saja, hatiku baik-baik saja, dan semoga akan seperti itu. Lalu aku terus berdoa, kemudian berpura-pura bahwa aku baik-baik saja, sementara hatiku semakin sakit dan tertekan. Aku tidak tahu bagian mana dari reaksiku yang mempersulit atau mempermudah jalan hidupku. Semuanya terasa sama, berat.
Seperti saat-saat dimana aku mulai merindukanmu lagi, mengunjungi akun sosialmu, memandangnya lama-lama. Ada banyak hal yang ingin ku ucapkan, lalu semua tersa berlalu begitu saja. Aku tak pernah berani hanya sekedar menyapamu saja, bahkan setelah aku mengenakan penyamaranku.
Tidak banyak inginku. Hanya memanggil namamu saja. Tak banyak juga yang kuharapkan darimu. Cukup tersenyum dan jangan berlari lagi dari hidupku. Lalu aku akan benar-benar merasa bahwa hidupku baik-baik saja. Aku akan tenang setelah itu. Hatiku, milikmu.

Dalam pekat Simfoni Hitam, 9 September 2014.

Jumat, 05 September 2014

Sabtu yang Menyebalkan

Ini akhir pekan, pukul 9.23 ketika aku mulai mengetk. aku terbangun dengan keadaan bad mood dan malas berbicara dengan semua orang.
Ada beberapa type orang yang ku benci, pertama, orang-orang yang selalu membuatku frustasi, orang-orang yang memperburuk moodku, dan orang-orang yang berpura-pura asyik. Orang yang minterin dan sok tahu. beneran mereka basi, persis kaya nasi basi. cocoknya cuma cuat makanan ayam, paling banter atau kalo sial ngonggok gitu aja ditempat sampah areng belatung.
Kadang rasanya capek pura-pura bahagia dan semuanya baik-baik aja macem ini. Pengen berontak, tapi gue males, repot ngurus grasah-grusuh sama orang-orang disekitar. mendingan juga gue cuekin, tinggal tidur.
Pikiran gue udah putek, dari pada ntar meledak secara gak elit disini, mending gue caw aja!

Sabtu yang nyebelin, 6 September 2014
Yang tersiksa didalam hati, Black L.

Jumat, 29 Agustus 2014

29 Agustus

29 Agustus. Aku masih ingin menulis walaupun aku sudah merasakan betapa tebal keningku sekarang. rasanya berkerut. dan badanku yang sudah asem, dan kaos hitam yang masih kupakai sejak terakhir kali aku menggantinya kemarin malam. aku masih ingin menulis, jadi aku mengunjungimu lagi. kuharap kau tidak bosan, ya?

19: 36 dengan sisa baterai laptop 25  % dan nyamuk yang mulai mengerubungi tubuh cuka-ku. Locked Out Of Heaven bruno mars masih menemaniku, bersama nyamuk genit. bukan suara bruno sebenarnya, ini suara anak-anak gingseng. aku suka mereka.

Kamis, 28 Agustus 2014

Akhir

Hampir mendekati akhir bulan, tandanya kuota internetku akan segera habis. sebelum aku bertambah parah dan akhirnya hilang sia-sia, aku akan menceritakannya sekarang.

16. 58 saat aku melirik jam digital di layar dekstopku. sudah sore, sebentar lagi sang pengemudi takdir akan pulang,yang artinya aku harus segera bersiap untuk melapangkan dadaku lebih lapang lagi. kalau bisa selapang langit?

Aku harus berkali-kali menyadarkan diriku. bertingkah senormalnya bagaimana aku harus bertingkah. terkadang aku tidak suka jika segala sesuatu hal yang masuk dalam hidupku diganggu keberadaannya oleh orang lain. termasuk dirimu. aku tidak suka kau berinteraksi dengan orang lain. membuatku kesal dan menghancurkan moodku seharian.

lalu aku kembali mengutuki diriku sendiri. aku bodoh, kau bukan siapa-siapaku. kau bahkan bukan sapai yang setiap hari kuminta susunya untuk sarapan, atau ayam yang kuminta telurnya untuk ku buat martabak mie. jadi aku berusaha mengenyahkanmu lagi dari hidupku, dari hatiku.

esok, saat aku sudah mendapatkan tempat yang tepat untuk menuangkan rasaku, saat itu kau tidak perlu takut aku akan mendiamkanmu lagi, secara tiba-tiba.

kata orang, ini senja yang merona. jadi biarku tuliskan disini nanti, untuk mengingatkanku bahwa pada sebuah senja yang merona aku pernah menulis kisah tentangmu--yang tak pernah kau sadari keberadaannya.

Senja yang merona, 28 Agustus 2014
Dilatar suara Ayam kampung.

Rabu, 27 Agustus 2014

Catatan Hitam

Elang Hitam here. sebuah catatan hitam anak manusia.

Aku banyak mengalami masalah, terkadang semua terasa begitu bercokol didalam otakku hingga rangkaian kalimat bermunculan membuatku serasa ingin meledak. Tapi semua mendadak lenyap saat aku mulai membuka blog. akan ada banyak perasaan berontak yang ku tuangkan tapi seiring itu juga semuanya menghilang tanpa bekas. aku hanya perlu membuka disaat benar-benar terpuruk. ada saatnya nanti. Hitam tak selalu suram. Itu satu hal yang aku tahu. Selamat sore.

Sore yang menyebalkan, 27 Agustus 2014