Jumat, 29 Agustus 2014

29 Agustus

29 Agustus. Aku masih ingin menulis walaupun aku sudah merasakan betapa tebal keningku sekarang. rasanya berkerut. dan badanku yang sudah asem, dan kaos hitam yang masih kupakai sejak terakhir kali aku menggantinya kemarin malam. aku masih ingin menulis, jadi aku mengunjungimu lagi. kuharap kau tidak bosan, ya?

19: 36 dengan sisa baterai laptop 25  % dan nyamuk yang mulai mengerubungi tubuh cuka-ku. Locked Out Of Heaven bruno mars masih menemaniku, bersama nyamuk genit. bukan suara bruno sebenarnya, ini suara anak-anak gingseng. aku suka mereka.


23%. aku memilih menge-charge daya bateraiku. tidak ingin bergambling yang akhirnya malah membuat semua curahanku saat ini terbuang sia-sia karena laptop ter-hibernate secara otomatis.

ada banyak keluhan hari ini. bertemu teman lama dan mengangkat banyak topik dalam pembicaraan kami, kurasa sedikit banyak memberikan motivasi untukku mengerjakan tugas hari ini. pr geografi. itu yang ku katakan saat seorang menanyakan apa yang tengah ku kerjakan.

ada banyak kesal yang kusimpan harii ini. terutama tentang dirimu. aku menyimpan banyak  ketakutan tentangmu. takdir selalu menunjukkan jalannya padamu, dan baru akan kau sadari saat kau sudah melewati jalan itu dan berada dititikmu sekarang. kau paham maksudku kan? kalau tidak baca ulang sekali lagi. kepalaku mulai berdenyut, jadi aku malas mengulang kata-kata yang sama dalam waktu berdekatan seperti ini, kecuali jika kau memberiku setangkup kebab turki ukuran jumbo dan kentang goreng. jangan beri aku cola, es teh manis saja, atau kalo perlu kopi hitam pahit. dan aku akan sangat bersyukur. baiklah, lupakan.

ada banyak ketakutan. aku takut kau semakin jauh, dan terjerumus. banyak orang tersesat dan pada akhirnya menemukan jalan pulang, tapi yang akhirnya hilang dan tidak kembali pun banyak. aku hanya ingin kau segera kembali. sebaik apapun tempatmu sekaranag, senyaman apapun tempatmu sekarang, percayalah rumah adalah satu-satunya tempat ternyaman di dunia ini. jadi, pulang lah segera. aku yakin ibumu pasti merindukanmu.

hari ini tidak akan ada sajak tentang senja. aku melewatkannya tadi sore bersama belasan jurnal. jadi puaskan saja dirimu dengan sajak bulan, atau mungkin juga hujan yang akan datang tiba-tiba malam ini?
baiklah, ini yang terakhir.

antara kau dan hujan.
ada satu frasa yang hilang di antara kau dan hujan.
aku adalah debu,
tak terlihat dimatamu
ada satu frasa yang hilang diantara kau dan hujan
yang tidak akan kau dapati bahkan setelah hujan berhenti setelahnya
ada satu frasa yang hilang antara kau dan hujan
aku adalah debu,
yang hilang tersapu hujan,
tak lagi menempel padamu.
aku adalah frasa yang hilang,
debu yang dihilangkan.

29 Agustus 2014.
dalam sebuah kenangan yang indah tak terhingga. Infinite.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar