Kupikir, aku tidak akan pernah menyempatkan diriku untuk datang ke sini lagi. Aku sudah memutuskan untuk menutup hatiku, menutup rasaku, tanpa perlu mengumbarkan dalam sisi maya ini. Tapi, pertama kalinya dalam sejarah hidupku, aku merasakan aku--mungkin aku memiliki perasaan lebih--sebutlah jatuh cinta, namun alam sadarku mengatakan ini adalah rasa yang salah. Aku sudah terlalu lelah, mencintai dalam diam dan berujung pada patah hati sendirian. Aku bosan hidup yang mengenaskan seperti ini, aku marah pada diriku sendiri. Aku marah pada hatiku sendiri, yang tak pernah menurutiku sebaai tuannya.
Untuk pertama kalinya dalam hidupku, kusadari aku jatuh cinta, dan rasa ini salah. Aku tidak ingin terjabak pada garis khayalku sendiri. Aku sudah beranjak dewasa, dan ini harus segera di akhiri. Akhir tahun dengan sebuah keputusan menutup hatiku. Mungkin sedikit banyak akan terasa kejam. Tapi aku tidak ingin peduli. Untuk sekali saja dalam hidupku, aku ingin egois. Aku tidak ingin bekerja sama dengan hatiku.
Jika hatiku tidak mau bekerjasama denganku, maka terpaksa akan kubunuh hati durhaka yang bernaung dalam dekapan tubuhku, dalam aliran darahku. Aku hanya ingin sebuah hati yang baru. Yang dapat dengan mudah dapat di aturi, yang dapat dengan mudah kubodohi, dan kubohongi. Lalu, biarkan aku sendirian, mengenaskan dipojok sepi. Aku sudah tidak peduli.
Natal yang menyedihkan, 25 Desember 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar