Kukira, sudah tidak akan ada lagi cerita yang ku tulis di sini. Sudah lima bulan dalam 2015, dan aku baru datang. Jika kau pikir aku sudah benar-benar menyerah dengan kisah cinta payah yang bahkan aku lupa pernah merangkainya, kalian salah. Aku mempunyai hati yang bengal. Benar-benar benal, hingga membuatku kuwalahan sendiri menghadapinya.
black's note
Senin, 04 Mei 2015
Kamis, 25 Desember 2014
Rasa
Kupikir, aku tidak akan pernah menyempatkan diriku untuk datang ke sini lagi. Aku sudah memutuskan untuk menutup hatiku, menutup rasaku, tanpa perlu mengumbarkan dalam sisi maya ini. Tapi, pertama kalinya dalam sejarah hidupku, aku merasakan aku--mungkin aku memiliki perasaan lebih--sebutlah jatuh cinta, namun alam sadarku mengatakan ini adalah rasa yang salah. Aku sudah terlalu lelah, mencintai dalam diam dan berujung pada patah hati sendirian. Aku bosan hidup yang mengenaskan seperti ini, aku marah pada diriku sendiri. Aku marah pada hatiku sendiri, yang tak pernah menurutiku sebaai tuannya.
Rabu, 19 November 2014
Jumat, 26 September 2014
Aku Muda
Aku masih muda, masih punya banyak impian yang ingin ku capai. Tinggal di pedalaman, mengenal suku lain selain yang selama ini ku jumpai. Mempunyai kehidupan lain, selain yang ku jalani selama ini. Bersama orang-orang baru, dengan kebudayaan baru, lingkungan baru.
Duniaku, Kamu
Aku pernah menciptakan sebuah dunia, yang hanya akan ada kamu di dalamnya. Kau datang, dan benar-benar hidup dalam duniaku, untuk beberapa waktu. Lalu kemudian kau menghilang. Haruskah kupertahanku dunia yang tak berpenghuni seperti ini? Pada kenyataannya, kau membuatku tidak mempunyai banyak pilihan kecuali mulai menghancurkan duniaku ini, dunia dimana kau pernah hidup di dalamnya. Selamat tinggal, cinta.
Senin, 08 September 2014
I'm Fine, Thank You
Aku terus berdoa, berharap aku baik-baik saja, hatiku baik-baik saja, dan semoga akan seperti itu. Lalu aku terus berdoa, kemudian berpura-pura bahwa aku baik-baik saja, sementara hatiku semakin sakit dan tertekan. Aku tidak tahu bagian mana dari reaksiku yang mempersulit atau mempermudah jalan hidupku. Semuanya terasa sama, berat.
Seperti saat-saat dimana aku mulai merindukanmu lagi, mengunjungi akun sosialmu, memandangnya lama-lama. Ada banyak hal yang ingin ku ucapkan, lalu semua tersa berlalu begitu saja. Aku tak pernah berani hanya sekedar menyapamu saja, bahkan setelah aku mengenakan penyamaranku.
Tidak banyak inginku. Hanya memanggil namamu saja. Tak banyak juga yang kuharapkan darimu. Cukup tersenyum dan jangan berlari lagi dari hidupku. Lalu aku akan benar-benar merasa bahwa hidupku baik-baik saja. Aku akan tenang setelah itu. Hatiku, milikmu.
Dalam pekat Simfoni Hitam, 9 September 2014.
Seperti saat-saat dimana aku mulai merindukanmu lagi, mengunjungi akun sosialmu, memandangnya lama-lama. Ada banyak hal yang ingin ku ucapkan, lalu semua tersa berlalu begitu saja. Aku tak pernah berani hanya sekedar menyapamu saja, bahkan setelah aku mengenakan penyamaranku.
Tidak banyak inginku. Hanya memanggil namamu saja. Tak banyak juga yang kuharapkan darimu. Cukup tersenyum dan jangan berlari lagi dari hidupku. Lalu aku akan benar-benar merasa bahwa hidupku baik-baik saja. Aku akan tenang setelah itu. Hatiku, milikmu.
Dalam pekat Simfoni Hitam, 9 September 2014.
Jumat, 05 September 2014
Sabtu yang Menyebalkan
Ini akhir pekan, pukul 9.23 ketika aku mulai mengetk. aku terbangun dengan keadaan bad mood dan malas berbicara dengan semua orang.
Ada beberapa type orang yang ku benci, pertama, orang-orang yang selalu membuatku frustasi, orang-orang yang memperburuk moodku, dan orang-orang yang berpura-pura asyik. Orang yang minterin dan sok tahu. beneran mereka basi, persis kaya nasi basi. cocoknya cuma cuat makanan ayam, paling banter atau kalo sial ngonggok gitu aja ditempat sampah areng belatung.
Kadang rasanya capek pura-pura bahagia dan semuanya baik-baik aja macem ini. Pengen berontak, tapi gue males, repot ngurus grasah-grusuh sama orang-orang disekitar. mendingan juga gue cuekin, tinggal tidur.
Pikiran gue udah putek, dari pada ntar meledak secara gak elit disini, mending gue caw aja!
Sabtu yang nyebelin, 6 September 2014
Yang tersiksa didalam hati, Black L.
Ada beberapa type orang yang ku benci, pertama, orang-orang yang selalu membuatku frustasi, orang-orang yang memperburuk moodku, dan orang-orang yang berpura-pura asyik. Orang yang minterin dan sok tahu. beneran mereka basi, persis kaya nasi basi. cocoknya cuma cuat makanan ayam, paling banter atau kalo sial ngonggok gitu aja ditempat sampah areng belatung.
Kadang rasanya capek pura-pura bahagia dan semuanya baik-baik aja macem ini. Pengen berontak, tapi gue males, repot ngurus grasah-grusuh sama orang-orang disekitar. mendingan juga gue cuekin, tinggal tidur.
Pikiran gue udah putek, dari pada ntar meledak secara gak elit disini, mending gue caw aja!
Sabtu yang nyebelin, 6 September 2014
Yang tersiksa didalam hati, Black L.
Langganan:
Komentar (Atom)